Hanya untukmu,Ibu
Dua puluh tahun silam
Kerikil kecil mencuat tajam
Hingga telapak mu mengeras
Kau tak lelah mengemban amanah
Rutemu tak jua berubah
Hanya untuk menyapa sisi tajam bebatuan
Tegar langkahmu kini tertatih
Namun beban batu tak kunjung kau lepas
Ibu…
Mereka bilang engkau keras kepala
tapi ku tau engkau mulia
karena kumenjamah yang tersirat
Ibu…
Tak akan ada wanita kedua hingga ku tak lagi menunggu pagi
Moment 22/12
URI untuk melacak balik entri ini adalah: http://atnadewi.wordpress.com/2009/12/23/moment-2212/trackback/
Mantap………